Posted by : suqa bintang Sabtu, 07 Desember 2013

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

“Keridhaan ALLAH, bergantung pada keridhaan kedua orang tua. Kemurkaan ALLAH, bergantung pada kemurkaan kedua orang tua” (HR. at-Tirmidzi)

Jika pintu surga berada di bawah telapak kaki ibu,
maka sudah sepantasnya jika kunci pintu surga itu berada di tangan ayah yang lelah bekerja..
Bagiku,, Ayah.. Ibu.. adalah bagian terbesar dalam tujuan hidupku, setelah ALLAH dan Rasul-NYA..
mereka juga turut andil dalam “alasan” mengapa saat ini aku berada disini!

Cinta seorang ibu kepada anaknya adalah cinta yang tak terbatas, meski terkadang cinta itu tak terbalas..
Suatu waktu dalam hidup kita, ibu kita adalah ibu yang kesepian. Merindu kita yang mulai asik dengan diri kita sendiri. Kita mulai membangun cara pandang berbeda dan bahkan mencari alasan yang terlalu rumit untuk merasa tidak memahami seorang ibu secara apa adanya. Di usia kita yang belum terlalu tegak menjadi lelaki atau perempuan dewasa, ibu kita masih dan akan selalu berkata, “Hati-hati nak”, dan kita selalu menjawab, “Sudah ngerti bu, aku sudah besar.”

Suatu ketika dalam hidup kita, ibu kita adalah ibu yang mencintai kita dengan segenap perasaannya yang dulu, tidak berubah. Sama kuatnya, sama tulusnya.
Ayah adalah ayah yang tidak memberitahuku bagaimana cara hidup, dia hidup dan membiarkan aku melihat bagaimana cara dia melakukannya..

Ayah selalu punya cara sendiri dalam mencintai kita..
Di balik diamnya ada cinta, cinta yg menyampaikan begitu banyak makna.. dan tugas kitalah untuk mencari makna-makna tersebut, agar kita bisa menemukan bahwa “Diam itu Benar-benar Cinta”..
Bahkan cinta yang luar biasa tulus dan sangat dalam..

Kita tak pernah tau.. bahwa setiap ayah selalu merasa rezekinya ada, sebagian karena kita anaknya......Sementara kita jarang sekali menyadari, bahwa rezeki kita ada, lantaran ada orang tua kita......

Akan tiba masa dimana beliau, Ayah dan Ibu kita memasuki masa senja..

ALLAH Subhanahu wa Ta’ala berfirman (artinya) : “ Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah:”Wahai Rabbku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”. (QS. al-Isra : 23-24)

Masa yang pasti akan dilewati oleh semua ayah dan ibu, dimana saja. Meski kasih sayang orang tua kepada anak-anaknya memang tak dapat dihentikan sang waktu. Namun sebagai manusia, kekuatan beliau tentu tidak akan abadi. Pada akhirnya Ayah yang kuat, Ibu yang lembut harus melalui masa yang belum pernah dibayangkan selama ini.

Kulitnya mulai keriput, tenaganya mulai jauh berkurang, tulang-tulangnyapun mulai terasa rapuh, suaranya berubah menjadi sengau, tak mampu menyetabilkan nada yang keluar. Semakin memasuki masa senja, bisa jadi kepekaan beliau semakin bertambah. Menjadi lebih mudah tersinggung, lebih mudah melampiaskan amarahnya, lebih mudah tersentuh hatinya hanya oleh kata-kata atau ucapan, beliau jadi agak sensitif.

SEPUCUK SURAT DARI AYAH DAN IBU

Anak ku...
Ketika aku semakin tua, aku harap kamu memahami & memiliki kesabaran untukku

Suatu ketika aku memecahkan piring Atau menumpahkan sup diatas meja karna penglihatanku berkurang ,
Aku harap kamu tidak memarahiku
Orang tua itu sensitif..
Selalu merasa bersalah bila
kamu berteriak

Ketika pendengaranku semakin memburuk dan tidak bisa mendengar apa yang kamu ucapkan , Aku harap kamu tidak memanggilku "Tuli! "

Mohon ulangi saja apa yg kau ucapkan atau mungkin menuliskannya untukku

Maaf anak ku , aku semakin tua
Ketika lututku mulai melemah, aku harap kamu memiliki kesabaran untuk membantu ku bangun,
Seperti bagaimana aku selalu membantumu saat kamu masih kecil untuk belajar berjalan

Tolong jangan mengejekku atau bosan mendengarku, Ketika aku mengulangi apa yg aku katakan terus menerus, Aku harap kamu terus mendengarkan aku, Apakah kamu masih ingat , ketika kamu masih kecil dan kamu menginginkan sebuah balon? Kau mengulangi apa yg kau mau sampai berulang - ulang untuk memilikinya....

Maafkan juga bau ku, tercium seperti orang yg sudah tua
Aku mohon jangan memaksaku untuk mandi, tubuhku lemah
Orang tua itu rentan.. Mudah sakit apabila terkena dingin. Aku harap aku tidak terlihat kotor untukmu

Aku berharap kamu bisa mengerti ketika aku rewel.

Ini adalah bagian dari menjadi tua. Kamu akan mengerti apabila kamu sudah tua nanti

Dan apabila kamu memiliki waktu luang, aku harap kita bisa berbicara. Bahkan untuk beberapa menit
,Aku selalu sendiri sepanjang hidup semasa tuaku dan tidak memiliki seseorang pun untuk diajak bicara

Aku tahu kamu sibuk dengan pekerjaan
Bahkan jika kamu tidak tertarik dengan ceriitaku,
aku mohon berikan aku waktu untuk bersamamu

Apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil? Aku selalu mendengarkan apapun yg kamu ceritakan tentang mainanmu

Ketika saatnya tiba..
Dan aku hanya bisa terbaring sakit dan sakit
Aku harap kamu memiliki kesabaran untuk merawatku
MAAF jika aku sengaja mengompol atau membuat berantakan,
Aku berharap kamu memiliki kesabaran untuk merawatku selama beberapa saat terakhir dalam hidupku

Aku mungkin tidak akan bertahan lebih lama.. Ketika waktu kematian ku datang, aku harap kamu memegang tanganku dan memberikan aku kekuatan untuk menghadapi kematian

Janganlah sedih pada saat itu anakku!!!
Kematian bukan hal yang menyakitkan..
Dan kamu belum tahu rasa kematian seperti apa.

Jika setelah itu kamu membuka lemari,
Dan menemui bekas baju-bajuku..
Simpanlah.. Karna aku ingin kamu terus mengingatku..

Dan jangan khawatir nak,
Ketika aku bertemu pada sang pencipta

Aku akan berbisik pada-Nya untuk selalu memberimu BERKAH karna kamu menyayangi Ayah dan ibumu...

Terima kasih atas segalanya nak...
Kami mecintaimu dengan kasih yg berlimpah..


Disini kami akan selalu melindungimu...


We love you
With much love



Mom & Dad


Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

FOLLOW FB FANS PAGE

Popular Post

Labels

DOA (8) HADITS (12) ILMU ISLAM (23) KELUARGA (17) KISAH ISLAM (15) MOZAIK (25) SUNAH (5)

Kontributor

Follow by Email

Diberdayakan oleh Blogger.

- Copyright © 2013 Suqa Bintang Personal Blog -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -